Jejak-Mu mengukir jalan Hidupku

"Engkau berjalan di depanku" bila mencari jejak hidupmu datanglah padaKu....

Jejak merupakan puisi yang ditulis kaki-kaki pemberani di atas hamparan waktu; ia berbisik tentang arah, kesetiaan, dan harga sebuah langkah. Jejak terpatri nafas para pendahulu yang pernah tersandung, bangkit, dan melangkah lagi dengan harapan yang tak bertepi. Jejak membuatku belajar membaca kesunyian, memeluk cahaya, merawat ingatan agar perjalanan ini penuh makna, karena sesungguhnya setiap langkah sedang mengukir jejak baru. Jejak adalah tanda kebijaksanaan baik pendahulu maupun penerus. Jejak membawaku memahami jatuh-bangun perjalanan, dan keberanian yang telah diuji oleh luka dan harapan. Aku memulai jejak ini tidak dari kehampaan; ada cerita, nilai, dan pengorbanan sebagai pijakan agar langkahku tidak tersesat, tetapi dengan berani melanjutkan perjalanan dalam kesadaran, rendah hati, dan tanggung jawab (kesederhanaan-kepercayaan). Aku berharga di mata-MU, Engkau mengasihi aku.

Selayang Pandang

Modern staircase with minimalist art on wall
Modern staircase with minimalist art on wall

Aku datang dari Timur hendak ke Barat. Aku mencari jejak-jejak hidup yang penuh hikmat dan bijaksana. Kutemukan jejak itu pada SALIB.  Ia mengatakan banyak hal, tetapi aku hanya ingat dan mengerti bahwa Salib itu penderitaan. Kalau mungkin menjauhlah, tetapi Ia tetap berdiri tegak dan merendakan jejakNya. JejakNya menjadi jalan pengorbanan dan pelayanan, sehingga aku terus-menerus meraihnya menjadi Jalan, Kebenaran dan Hidup. Karena itu, aku berani memeluknya  dan melupakan jalan lain. Maka tiada alasan selain memeluk dan mengasihNya.

a person standing in front of a painting on a wall
a person standing in front of a painting on a wall

Dunia terus berputar. Ia membawa banyak jejak. Jangan terkecoh.... Peganglah jejakNya erat-erat dan rintislah jejak langkahmu dengan: banyak membaca buku karena dialah teman-sahabatmu yang melatih otakmu terus berpikir dan terus-menerus menulis karena dialah guru abadi yang membimbing mentalmu. Ingatlah diam itu emas... banyaklah mendengarkan dunia, sehingga engkau tidak mudah hanyut oleh arus zaman dan bicaralah seperlunya karena jejak tidak perlu penjelasan hanya cukup dilihat dan ikut saja!!!