Jejak-Mu mengukir jalan Hidupku
"Engkau berjalan di depanku" bila mencari jejak hidupmu datanglah padaKu....

Selayang Pandang
Aku datang dari Timur hendak ke Barat. Aku mencari jejak-jejak hidup yang penuh hikmat dan bijaksana. Kutemukan jejak itu pada SALIB. Ia mengatakan banyak hal, tetapi aku hanya ingat dan mengerti bahwa Salib itu penderitaan. Kalau mungkin menjauhlah, tetapi Ia tetap berdiri tegak dan merendakan jejakNya. JejakNya menjadi jalan pengorbanan dan pelayanan, sehingga aku terus-menerus meraihnya menjadi Jalan, Kebenaran dan Hidup. Karena itu, aku berani memeluknya dan melupakan jalan lain. Maka tiada alasan selain memeluk dan mengasihNya.
Dunia terus berputar. Ia membawa banyak jejak. Jangan terkecoh.... Peganglah jejakNya erat-erat dan rintislah jejak langkahmu dengan: banyak membaca buku karena dialah teman-sahabatmu yang melatih otakmu terus berpikir dan terus-menerus menulis karena dialah guru abadi yang membimbing mentalmu. Ingatlah diam itu emas... banyaklah mendengarkan dunia, sehingga engkau tidak mudah hanyut oleh arus zaman dan bicaralah seperlunya karena jejak tidak perlu penjelasan hanya cukup dilihat dan ikut saja!!!



